18 April 2010

Silaturrahim Korikawati Angkatan 1970-2009

Bertempat di Aula Konsumsi Pondok Pesantren Putri Attaqwa, Korp IKAA wati (sering dikenal sebagai Korikawati) mengadakan acara reuni akbar bernama Silaturrahim Korikawati Angkatan 1970-2009. Acara dilaksanakan pada hari Ahad, 18 April 2010. Pelaksana acara ini diserahkan kepada alumni tahun 1985, yang sedianya dilaksanakan oleh alumni tahun 1984.

Hampir seluruh perwakilan dari tiap angkatan hadir meskipun tidak lengkap. Yang berbeda pada acara khusus Korikawati pada tahun ini adalah tempat pelaksanaan reuni. Pada tahun sebelumnya, acara dilaksanakan di Jatiluhur dan sedangkan tahun 2008 reuni dilakukan di Kebun Raya Bogor. Tahun ini pelaksanaan dilakukan di pondok dengan acara biasa. Rencana acara tambahan, seperti gerak jalan dengan menggunakan seragam sekolah juga ditiadakan.
Pemusatan acara di pondok dimaksudkan agar alumni ikut memikirkan bersama pembangunan aula puteri yang telah mulai pembangunannya sejak 5 tahun sebelumnya (mendahului renovasi masjid).

Acara dimulai dengan Pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi dan Mars Oh Pondokku. Zikir dan tahlil mengiringi acara berikutnya. Selanjutnya sambutan atas nama Dewan Guru yang disampaikan oleh Ustazah Atiqoh Noer. Sedangkan sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Korikawati yaitu Ustazah Abidah Noer.

Acara kemudian diselingin oleh penampilan ensemble, gabungan alat musik yang terdiri dari angklung, belira, harmonipet, ogan, guitar bass dan marawis. Ensemble ini terdiri dari perpaduan siswa Mts dan MA puteri. Dalam penampilan ini ada tiga lagu yang disajikan mereka, yaitu Warung Pojok, Tala'al Badru dan Maghadir.
Merupakan acara puncak, KH. Amin Noer menyampaika tausiah mengenai pencapaian Attaqwa dan tantangannya kedepan.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. M. Natsir.


Keunikan lain dalam acara ini adalah m eskipun tidak melaksanakan acara di luar daerah, para hadirin tetap membawa bekal sendiri untuk konsumsinya yang dibuat berdasarkan angkatan. Sehingga, setelah acara selesai, para alumni kemudian berkumpul dan makan siang bersama sesama rekan seangkatan. Banyak yang membawa nasi timbel sebagai makanan pokoknya. Dalam acara ini juga dilakukan pengumpulan dana bagi kelanjutan pembangunan Aula Pelajar Puteri. Acara dipimpin langsung oleh Ketua Korikawati.
Berita dan Editing: Team
Foto: Cecep MH
Galeri foto
























































































04 Desember 2009

Pelatihan Digital Santri Indigo

Selama 2 hari, yaitu 30 Nopember - 1 Desember 2009 dilakukan Pelatihan Digital Santri Indigo, bertempat di aula serbaguna Pondok Pesantren Attaqwa Putra. Kegiatan ini dihadiri 90 orang santri dan asaatidz perwakilan dari berbagai pesantren di Bekasi, di antaramya Pesantren Annur, Albarkah, Attaufiq, Nurul Quran, Robbi Rodiyah, Tarbiyatul Mubtadiin, Hudallinnas, Darul Fikri, Riyadus Shibyan, Misbahul Barokah, Daarul Amal, Al-Ishlah dan tentu saja tuan rumah Pondok pesantren Attaqwa Putra dan Putri.

Indigo sendiri merupakan singkatan dari Indonesia Digital Community. Dan sesuai dengan keinginan Telkom-Repuublika membuat kehidupan pesantren lebih modern maka program tersebut diperkenalkan sebagai Santri Indigo.

Kegiatan Santri Indigo berupa pelatihan dan motivasi kepada santri atas pentingnya internet untuk berdakwah. santri mendapatkan pelatihan, mulai cara mengakses internet, belajar menggunakan internet, dan membuat web blog di internet. Pendeknya santri mendapat paradigma baru sehingga nantinya dapat berdakwah melalui dunia cyber.

Materi I diisi oleh Bapak Syaiful Hidayat (Directorate of Information Technology PT. Telkom Indonesia) berbicara tentang Tren Perkembangan Teknologi Informasi, beliau menyebutkan TI menjadi kekuatan penggerak perubahan yang sangat fenomenal di setiap aspek kehidupan. Indonesia Pengguna internet ke-13 terbesar di dunia. Perkembangan TI & Internet perlu disikapi dengan tepat untuk memberi manfaat seluas-luasnya dan meminimalkan resikonya, karena internet memiliki sisi baik dan buruk, beliau menyebutkan sisi gelap TI dengan istilah 3G ( Girls, Games dan Gambling), pencegahannya :

1) Pengamanan data/informasi merupakan tanggung jawab kita bersama
2) Diperlukan : - Security awareness - security culture

Materi II Pelatihan Menulis oleh Bapak Selamat Ginting (Wakil Redaktur Pelaksana HU Republika). Terkadang orang hanya memiliki gagasan namun tidak bisa menuangkan dalam bentuk tulisan. Padahal sejarah itu ada karena ada yang menulis.

Materi III Internet Connection dan Surfing oleh Wahyu Hidayat (Asisten MAnajer Content dan VAS Bekasi) pada materi ini peserta lebih dititikberatkan pada pembuatan blog yang kemudian hasilnya akan dipilih peserta pembuat blog terbaik.

Materi IV disampaikan oleh Muhammad Ismail dengan topik "Kenapa harus berda'wah di Internet?"

Materi V Etika ngeblog oleh Mba Ajeng dan materi terakhir adalah materi yang paling menarik menampilkan Eko Ramaditya Aditara The Blind Game Musik Composer. Seluruh peserta yang hadir saat itu dibuat terharu oleh seorang tunanetra namun memiliki potensi melebihi orang yang sempurna. Melalui keahliannya ia selalu diundang bukan hanya dalam negeri saja tetapi juga mendunia sebagai motivator. Mengenai bidang yang dikuasainya saat ini, yaitu sebagai sound engineer, pada tahun 2006 lalu Rama didaulat oleh perusahaan games raksasa asal Jepang, nintendo sebagai suplaiyer sekaligus kreator backsound musik games. www.ramaditya. com

Di akhir acara pelatihan panitia menyebutkan 5 pemenang pembuat Blog terbaik yaitu pemenang ke-5, ke-4, dan ke-2 dari Pondok Pesantren Attaqwa Putra, pemenang ke-3 dari Pondok Pesantren Annur dan pemenang pertama diraih oleh Ahmad Rifa'i (Guru IT di Pondok Pesantren Attaqwa Putri).


Berita: Fhine Sofyan
Editing: Team

06 Oktober 2009

Halal Bihalal IKAA dan Seminar Pendidikan Nasional 2009




Bertempat di Aula Attaqwa Puteri, Ujungharapan Bahagia Bekasi, Halal Bihalal IKAA dilaksanakan pada hari Ahad, 4 Oktober 2009.

Dihadiri oleh sekitar 100 orang, acara dibuka pada jam 08.30. Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan ketua panitia disampaikan oleh Najmuddin yang juga mewakili alumni tahun 1999, angkatan panitia pelaksana.

Sambutan atas nama Ketua IKAA disampaikan oleh Drs. H. Mukhtar Murikh yang baru menggantikan ketua sebelumnya, yaitu Drs. H. Nahrawi. Sedangkan sambutan dari Korikawati disampaikan oleh Hj. Abidah Noer Lc.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tausiah pimpinan umum kali ini disampaikan sebelum ceramah agama. Dalam tausiahnya, pimpinan umum meminta agar IKAA sebagai sebuah organisasi menerapkan disiplin kepada anggota. Termasuk didalamnya disiplin keuangan. Beliau mencontohkan, jika anggota IKAA membayar iuran seribu rupiah, dengan jumlah anggota yang lebih dari 2000 orang, maka akan didapat dua juta rupiah setiap bulannya, atau 24 juta setahun. Dengan demikian, keperluan dana untuk kegiatan akan tertutup, minimal sebagiannya.

Intisari Halal Bihalal


Intisari halal bihalal disampaikan oleh DR. Mukhlis Hanafi. Menurut Mukhlis, acara Halal Bihalal sangat bermanfaat untuk membangun silaturrahim diantara sesama alumni. Meskipun, sesuai perkembangan teknologi, ucapan selamat Iedul Fitri sekarang ini dapat disampaikan melalui sms dan email, pertemuan secara fisik masih diperlukan, karena keakraban dan tegur sapa serta tatap muka tidak dapat tergantikan oleh tulisan apapun.

Mukhlis juga menjelaskan mengenai istilah "Halal bihalal" yang merupakan istilah khas Indonesia. Meskipun diambil dari bahasa Arab, orang Arab umumnya tidak mengerti istilah tersebut. Bahkan istilah "minal 'aidin wal faizin" pun khas Indonesia. Di Timur Tengah ucapan dalam rangka Iedul Fitri seperti itu tidak akan ditemui diantara orang Arab. Paling-paling ucapan "Eid Mubarak" atau "Taqabbalallah."

Acara Halal Bihalal diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ust. HM. Rosyidi dan diteruskan dengan ramah tamah.



Seminar Nasional


Setelah shalat zhuhur dan makan siang, acara kemudian dilanjutkan dengan Seminar Pendidikan Nasional dengan para pembicara Tika Bisono (Psikolog), Drs. Zulfikri Anas M.Ed (Pusat Kurikulum Depdiknas) dan Dra. Sri hidayati M.Psi (Pusat Kurikulum Depdiknas). Seminar dengan moderator H. Ahmad Supriatna itu dihadiri oleh sekitar 60 orang dan berlangsung lancar.

Tika Bisono yang menjadi pembicara pertama mengatakan bahwa perjalanan dari Bandung ke Attaqwa Ujungharapan lumayan meletihkan. Tapi ia senang karena dapat berbicara di pesantren yang didirikan oleh tokoh pendiri MUI pertama yang dulu pertama kali ada di Jawa Barat. (KH. Noer Alie adalah pendiri Majelis Ulama Indonesia -MUI, Jawa Barat pada tahun 1959 di sela kesibukannya sebagai anggota Konstituante mewakili Fraksi Masyumi).

Ketiga pembicara memberikan keprihatinannya kepada sistem pendidikan nasional yang lebih menekankan aspek kognitif dari psikologi anak. Padahal para psikolog menekankan pengembangan aspek lainnya seperti afektif dan psikomotorik. Disinilah peran dunia pesantren yang lebih unggul dari sistem sekolah biasa. Menurut mereka sistem pendidikan nasional perlu dikembalikan kepada sistem yang lama, dimana penilaian terhadap siswa juga menyangkut masalah etika dan prilaku. Hal ini akan berpengaruh kepada peserta didik ketika ia menjadi dewasa.

Seminar berakhir pada pukul 16.30

Berita Duka Cita

Di tengah acara Halal Bihalal, hadirin dikejutkan oleh adanya berita duka cita. Salah seorang alumni Attaqwa yaitu Asmanih (lulus tahun 1980) berpulang ke rahmatullah di rumahnya, di bilangan Pondok Kelapa. Para hadirin diminta membaca Alfatihah sekaligus berdoa semoga arwah beliau diterima disisi Allah SWT, diampuni segenap kesalahannya dan diterima semua amal ibadahnya.


Berita dan Editing: Team